Konten adalah raja…katanya.

Pernyataan ini tidak benar.

Tidak semua konten adalah raja. Hanya konten berkualitas dan berbobot lah yang merupakan raja.

Kalau anda seorang pemilik website, pasti sudah sadar betapa pentingnya kualitas sebuah konten. Website jadi sukses karena kontennya, website jadi gagal pula karena kontennya.

Tapi kenyataannya justru aneh…

Meskipun sudah paham bahwa kualitas konten merupakan yang nomor 1. Dalam prakteknya, hanya sedikit mereka yang menerbitkan konten berkualitas.

Biasanya karena malas atau tidak tahu caranya.

Kalau anda termasuk yang kedua, silahkan baca panduan ini.



Dengan metode KTP anda akan bisa membuat konten yang kualitasnya terbaik dibandingkan konten lainnya. Sehingga pada akhirnya traffic website anda akan meningkat drastis.

…jangan keliru dengan istilah ‘konten berkualitas’

Saya banyak di-email oleh pembaca PIM mengenai traffic website mereka yang kecil…padahal, katanya konten yang dibuat sudah berkualitas.

Kemudian saya intip konten-kontennya.

Ternyata, biasa-biasa saja.

Tidak berbobot apalagi berkualitas.

Inilah yang sering terjadi, para pembuat konten, pemilik website, dan blogger merasa konten mereka sudah berkualitas. Padahal belum.

Maka dari itu saya perlu meluruskan pengertiannya.

Konten berkualitas TIDAK hanya:

  1. Original, bukan copas
  2. Panjangnya __ kata
  3. Tata bahasanya tidak salah

Originalitas dan tata bahasa itu baru hanya standar minimum sebuah artikel yang diterbitkan. Bukan penentu berkualitas atau tidaknya.



Inilah konten berkualitas:

  • Bobotnya paling tinggi dibandingkan konten lain
  • Kredibel, ada link kutipan menuju data atau fakta yang terpercaya
  • Penyajiannya tidak membosankan
  • Bernilai bagi pembacanya

‘Bernilai’ yang dimaksud di sini artinya konten kita memberikan informasi baru yang bermanfaat, atau memberikan panduan yang bisa menyelesaikan permasalahannya.

Itulah konten berkualitas.

Repot amat sih!

Memang repot.

Membuat konten yang berkualitas akan memakan waktu lebih lama daripada konten biasa.

Bedanya juga cukup lama.

Artikel biasa sepanjang 1000 kata bisa selesai ditulis dalam 1 jam. Tapi kalau kita ingin membuat konten yang berkualitas, maka waktu yang dibutuhkan berlipat-lipat daripada itu.

…karena ada proses riset.

Tapi, begini:

Konten itu aset bagi sebuah website.

Kalau konten anda murahan, maka website anda juga murahan.

Dalam SEO dan content marketing, yang sukses adalah mereka yang menerbitkan konten berkualitas.

Google akan selalu mengutamakan konten berkualitas di atas konten lain. Maka dari itu konten terbaik lah yang akan menempati peringkat atas.

Begitu pula dengan manusia.

Tidak ada orang yang akan men-share konten yang membosankan.

Jadi…memang repot. Tapi hasilnya akan jauh lebih baik apabila anda membuat 1 konten berkualitas daripada membuat 10 konten murahan.

 

Mari kita mulai.

Persiapan – Menemukan audience dan influencer

Oke, pelan-pelan…

Meskipun hanya persiapan tapi kalau dilewati akibatnya fatal.

Langkah ini hanya perlu dilakukan sekali untuk tiap jenis website. Kalau anda sudah pernah melakukan ini sebelumnya, silahkan lanjutkan ke bawah.

Pengertiannya dulu:

Audience adalah orang yang aktif mencari informasi dalam suatu topik, audiens dari konten anda adalah mereka yang antusias terhadap topiknya.

Dengan kata lain, mereka adalah calon pembaca.

Influencer adalah orang-orang berpengaruh dalam suatu topik, mereka adalah ahlinya dan mereka sering berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Biasanya mereka terkenal, punya banyak follower.

Lalu untuk apa kita mencari mereka?

  • Untuk mendapatkan topik yang tepat
  • Sebagai tujuan mempromosikan konten
  • Mendapatkan bahan/materi untuk konten

Dan lain-lain.

Masih banyak lagi fungsinya, kalau anda sudah membaca artikel-artikel lain di website ini anda akan sering menjumpai kedua istilah tersebut digunakan.

Jadi jangan lewatkan tahapan ini.

Inilah caranya:

Dimana tempat nongkrong online mereka?

Kalau topik anda tentang otomotif, dimana orang-orang penggemar otomotif berdiskusi secara online?

Kalau topik anda tentang fitness, dimana para penggemar fitness berdiskusi online?

Jawabannya, cari di situs-situs komunitas seperti Facebook Group, Google+ Community, Kaskus, atau forum online lainnya.

Apa permasalahan yang mereka hadapi?

Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, konten berkualitas adalah konten yang informatif atau konten yang memberikan solusi atas permasalahan.

Ini tujuan utama kita mencari situs komunitas.

Di dalam komunitas biasanya anggotanya sering bertanya sesuatu.

Pertanyaan itu bisa kita ubah jadi konten.

Lebih jelas mengenai ini bisa dilihat dalam panduan mencari topik konten.

Konten seperti apa sering mereka baca?

Selain mencari solusi atas masalahnya, di situs komunitas banyak juga orang yang berbagi konten.

Cari tahu apa saja konten yang menarik bagi mereka.

Untuk komunitas Facebook dan Google+, jumlah Like dan +1 bisa jadi acuannya.

Proses ini juga sangat berguna dalam proses penentuan topik konten.

Siapa member ‘idola’ dalam komunitas tersebut?

Setiap komunitas yang aktif punya beberapa orang yang sering menjawab pertanyaan member lain, orang-orang ini akan jadi ‘idola’ dalam komunitas tersebut.

Mereka adalah salah satu influencer.

Catat siapa saja orang-orang ini beserta kontak dan website mereka (kalau ada).

Pada tahap terakhir dari KTP, kita akan membutuhkan mereka.

Metode KTP untuk membuat konten berkualitas

Konten berkualitas isinya pasti berbobot.

Masalahnya, kalau kita bukan seorang expert dalam suatu topik…akan jadi sangat sulit untuk menciptakan konten berkualitas tinggi.

Untuk itulah kita gunakan metode KTP.

Metode ini merupakan cara termudah yang bisa anda lakukan untuk merencanakan, menyusun, dan mempromosikan konten berkualitas.

Bukan hanya membuat saja…

Kita akan menjamin bahwa konten ini akan jadi populer.

Singkatnya, ada 3 hal utama yang akan kita lakukan:

  1. Kumpulkan konten-konten terbaik
  2. Tingkatkan materinya
  3. Promosikan ke orang yang tepat

Mari kita masuk ke tahap pertama.

1. Kumpulkan konten-konten terbaik dalam suatu topik

Ketika anda telah menemukan topik kontennya, anda akan sadar bahwa di internet pasti sudah ada konten lain dalam topik yang sama.

Ini wajar, tidak masalah.

Justru kalau tidak ada konten lain, topiknya harus dipertanyakan…apakah ada yang berminat atau tidak?

Ingat, dengan metode KTP kita akan membuat konten terbaik.

Untuk itu, kita perlu tahu seberapa bagus sih konten milik orang lain yang sudah diterbitkan.

Lalu kita buat yang lebih baik.

Misalkan anda ingin membuat konten tentang ‘cara berenang‘, kumpulkan sebanyak mungkin konten terbaik yang membahas panduan berenang.

Ada beberapa alat bantu dan media yang bisa digunakan:

  1. BuzzSumo: tool ini berguna untuk mencari artikel-artikel terpopuler dari kata kunci yang kita masukkan.
  2. Topsy: mencari tweet terpopuler dari Twitter dengan kata kunci tertentu.
  3. Forum: untuk mencari konten dalam forum dengan kata kunci tertentu melalui Google, gunakan “[keyword] forum” tanpa tanda petik dan ganti keyword dengan topik anda.
  4. Social bookmarking: gunakan lintas.me atau VivaLog untuk bahasa Indonesia dan Reddit untuk bahasa Inggris.
  5. Google: selain mencari forum, gunakan Google juga untuk langsung mencari artikel.

Supaya lebih mudah dimengerti, berikut contohnya:

Dengan menggunakan Google, kita akan diberitahu topik-topik turunan yang terkait. Ada baiknya anda juga mencari konten dalam topik turunan ini.

Search Cara Berenang

Kunjungi link-nya satu per satu.

Catat semua konten terbaik yang anda temukan dalam Excel atau notepad beserta poin-poin pentingnya. Kemudian periksa kelemahan dan kelebihan masing-masing konten.

Seperti ini:

Analisa Konten Lain

Makin banyak makin baik, tapi saya sarankan minimal 5 artikel.

Ketika membuat kelebihan dan kelemahan, sudah terbayang seperti apa artikel kita nanti jadinya. Mari kita lanjut ke tahap 2.

2. Tingkatkan materi konten-konten tersebut

Logikanya begini:

Kalau dalam suatu topik sudah ada beberapa artikel yang kualitasnya cukup baik, apakah orang-orang akan membaca artikel yang kualiasnya lebih rendah?

Misalnya artikel 1 membahas ABCD, artikel 2 membahas ABC.

Apakah mungkin artikel 2 menyalip popularitas artikel 1?

Pasti tidak.

Ini sebabnya SEMUA konten yang anda tulis dan terbitkan mulai saat ini harus jadi lebih baik daripada semua konten yang sudah ada.

Dengan metode KTP, prosesnya jadi lebih mudah.

Karena tadi kita sudah menganalisa konten-konten saingan kita.

Supaya jadi lebih baik, ini beberapa yang bisa dilakukan:

Tambahkan isinya supaya lebih lengkap

Hati-hati…

Menambah isinya bukan cuma menambah tulisan.

Ini contoh penerapan yang salah:

Ada artikel milik orang lain yang berjudul “5 tips menurunkan berat badan”, kemudian anda membuat artikel yang juga berisi 5 tips…hanya penjelasannya yang lebih panjang.

Ini salah.

Meskipun betul isinya jadi lebih lengkap, tapi poin-poinnya sama saja.

Artinya tidak ada informasi baru.

Coba lihat gambar spreadsheet hasil analisa konten lain tadi. Kita sudah mencatat apa saja poin-poin penting dalam artikel yang dianalisa.

Di 5 artikel tadi ada yang membahas dari pola pikir, gerakan dasar, pernafasan, sampai manfaat.

Tapi tidak ada yang sekaligus membahas semuanya.

Inilah yang kita lakukan…Membuat sebuah artikel super lengkap yang membahas semuanya, mulai dari awal sampai akhir. Ditambah dengan apa yang belum dibahas sama sekali.

Perbaharui yang sudah kadaluarsa

Ini terutama untuk konten yang berbentuk panduan.

Contohnya artikel tutorial Photoshop, karena tampilan versinya dan tampilan sekarang dengan dulu berbeda anda bisa membuat tutorial dengan versi yang lebih baru.

Kalau anda menemukan artikel panduan di halaman pertama Google, biasanya kata kunci tersebut persaingannya sangat mudah.

Google memang tidak mengerti kalau suatu artikel sudah kadaluarsa, tapi manusia mengerti…dan karena peringkat website di Google dipengaruhi oleh interaksi manusia maka artikel yang isinya kadaluarsa selalu akan kalah oleh artikel yang up to date.

Gunakan gambar (atau video dan audio)

Sepertinya sepele, tapi ini bisa jadi faktor yang sangat menentukan.

Menurut QuickSprout, konten yang berisi gambar akan lebih banyak dilihat daripada konten tanpa gambar. Perbedaannya hingga 94%.

Efek gambar dalam konten

Bukan sembarang gambar tentunya…

…gambar yang digunakan harus mempermudah proses menjelaskan.

Selain itu, dengan menggunakan gambar yang ‘indah’ maka orang yang membaca jadi akan lebih mungkin untuk men-share konten anda.

Jadi meskipun konten berupa artikel, wajib berisi gambar.

Selain sekedar gambar bisa juga sekalian membuat infografis. Bisa juga dengan video atau audio.

Pakai gaya bahasa dan formatting yang lebih baik

Banyak orang (khususnya orang Indonesia) yang ragu-ragu menulis artikel panjang. Alasannya lumayan konyol: minat baca orang Indonesia rendah.

Maksudnya, mereka takut kalau pembaca kabur sebelum selesai membaca.

Padahal ini bukan salah minat baca-nya.

Kalau orang lain memang tidak berminat membaca, mereka tidak akan membaca artikel anda sama sekali dari awal. Meskipun pendek.

Yang salah adalah penulisnya.

Bukan karena minat baca yang rendah, tapi karena si penulis tidak mampu membuat bacaan yang menarik.

Bandingkan:

Paragraf panjang vs pendek

Lebih enak baca yang kiri atau kanan?

Baca panduan berikut untuk menulis artikel yang baik.

Untuk menyimpulkan tahap 2, inilah yang anda lakukan:

  1. Pastikan isinya lebih lengkap dari konten lain
  2. Gunakan informasi yang lebih baru
  3. Gunakan gambar yang relevan dan indah
  4. Pastikan formatnya lebih mudah untuk dinikmati

Berdasarkan analisa konten lain dari spreadsheet di atas, berikut ini kira-kira kerangka konten baru mengenai “cara berenang” yang akan dibuat.

Kerangka artikel baru

Coba bandingkan dengan yang tadi.

Artikel baru ini jauh lebih lengkap daripada semua artikel yang ada apabila digabungkan.

Popularitas konten itu bukan didapatkan dengan untung-untungan…

…dengan kerangka seperti ini saya berani menjamin bahwa konten ini akan menjadi populer dan lambat laun akan menjadi rangking 1 di Google.

PS: Saya bukan ahli berenang jadi mungkin isi kerangka ini ada kesalahan.

3. Promosikan ke orang yang tepat

Ada 2 kesalahan utama seseorang setelah selesai menerbitkan konten:

  1. Tidak dipromosikan sama sekali
  2. Dipromosikan ke orang yang tidak tertarik dengan isinya

Percaya nggak percaya, ada juga orang yang justru menyarankan untuk tidak mempromosikan konten…entah apa alasannya, tapi itu salah.

Promosi lebih penting daripada pembuatan.

Coba kita bayangkan, di internet tiap harinya minimal ada 1,5 juta artikel baru yang diterbitkan. Jangan harap bisa ada yang baca kalau bukan kita yang promosi.

Padahal sudah sudah payah membuat konten.

Kalau anda mengikuti panduan di atas mestinya minimal 1 konten akan jadi dalam 3 jam. Percuma kan, sudah kerja keras selama 3 jam tapi tidak ada yang membaca.

Satu lagi…

Dalam promosi perhatikan orang yang ingin kita targetkan.

Promosi harus tepat sasaran. Jangan promosikan artikel tentang cara berenang ke orang yang tidak butuh panduan berenang.

Aneh memang, tapi banyak yang melakukan seperti ini.

Berikut ini cara promosi yang tepat sasaran.

Ke situs komunitas

Masih ingat tadi kita sudah mencari komunitas seperti forum online, grup di social media, situs tanya-jawab, dsb.? Kita masih akan memanfaatkan situs-situs tersebut.

Yahoo Aswer Berenang

Banyak orang di situs komunitas yang menginginkan solusi seperti ini.

Menariknya, jarang ada anggota komunitas yang bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Maka inilah kesempatan kita untuk membantu mereka sambil promosi.

Sambil menyelam minum air.

Sambil membantu orang lain, kita bisa sambil mempromosikan konten.

Ingat: jangan spam.

Ikuti aturan 4:1 dalam promosi.

Artinya setelah 4x membantu orang lain (tanpa posting link) barulah kita bisa 1x mempromosikan konten.

Ini terutama kalau anda belum dikenal.

Situs komunitas punya moderator, semakin aktif komunitasnya semakin ganas pula moderatornya. Kalau anda spam sekali saja, langsung ditendang.

Artikel yang anda promosikan juga harus memberikan manfaat.

Jangan sampai artikel yang ada promosikan tidak berhubungan sama sekali dengan komunitasnya.

Hubungi para influencer

Ini yang termasuk influencer:

  1. Blogger
  2. Seleb Twitter/Facebook
  3. Jurnalis online
  4. Member forum yang jadi ‘idola’

Hubungi mereka, beritahukan konten anda.

Serius.

Bisa via email, Twitter, dll.

Karena anda sudah punya konten terbaik dengan metode KTP ini, kemungkinan mereka akan berbaik hati membantu mempromosikan website anda kalau diminta.

Kalau tidak direspon, ya sudah.

Tidak ada ruginya kan?

Dengan sekali share dari mereka yang punya banyak follower, anda akan bisa langsung kebanjiran pengunjung.

Berdasarkan pengalaman, ada beberapa trik yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan kemungkinan mereka membantu mempromosikan konten anda:

  • Menyebutkan nama mereka dalam konten
  • Memasang link ke website mereka (kalau ada)
  • Mempromosikan konten milik mereka duluan

Ini akan saya bahas lebih lanjut dalam link di bawah artikel ini.

Hubungi linker dan sharer

Linker adalah orang-orang yang mampu memasang link ke website lain. Lebih lanjut mengenai linker dijelaskan dalam panduan konten unggulan.

Saat riset kita sudah menemukan minimal 5 konten lain, betul?

Konten-konten tersebut kemungkinan besar merupakan konten yang populer, artinya sudah mendapatkan backlink dari pemilik website lain…atau linker.

Ini yang menarik:

Kalau seseorang sudah pernah mempromosikan suatu konten, maka kemungkinan besar mereka mau ketika kita minta untuk mempromosikan konten yang sejenis.

Masuk akal kan?

Sekarang, copy salah satu konten yang sudah anda kumpulkan tadi.

Paste di Open Site Explorer (atau Ahrefs).

Yang memasang link

Inilah linker yang sudah pernah mempromosikan konten sejenis dengan anda.

Ada satu lagi, sharer. Orang yang membagikan konten ke social media.

Karena linker tidak selalu ada dan biasanya jumlahnya sedikit, maka sebaiknya ada baiknya anda juga mencari sharer ini.

Caranya mirip, bedanya tool yang kita gunakan yaitu BuzzSumo.

Setelah memasukkan link yang anda simpan tadi, klik ‘View Sharers’.

BuzzSumo view sharers

Itulah beberapa cara mempromosikan konten yang efektif untuk konten yang dibuat dengan metode KTP. Masih ada banyak lagi teknik mempromosikan konten, dan artikel ini tidak cukup untuk menampung semuanya.

Tapi artikel ini tidak akan sanggup menampung semuanya…

Konten dalam topik apa yang ingin anda buat?

Itulah metode KTP untuk membuat konten berkualitas dengan mudah. Kalau anda anda membuat konten dengan cara ini, hasilnya dijamin tidak akan mengecewakan.

Sekarang giliran saya untuk bertanya…

Apakah anda akan menggunakan metode KTP?

Kalau iya, konten dalam topik apa yang ingin anda buat?

Silahkan tulis jawabannya melalui komentar di bawah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *